Followers

My Watch

Blogger templates

www.annisa-mayayam.blogspot.com
RSS
Life's too short to have regrets, so I'm learning now to leave in the past. Only have one life to live so you better make the best for it. . .

THE GORILLA BROTHERS


Mencari atau menemukan benda-benda bersejarah merupakan pekerjaan dari seorang pemburu bernama Arthurian Dicky William. Ia menemukan benda-benda tersebut untuk dilelangkan dalam kegiatan pelelangan yang biasa dilakukan sebulan sekali di Perancis. Pelelangan itu selalu berjalan lancar. Harga yang ditawarkan harus sesuai dengan nilai sejarah ataupun menarik tidaknya benda tersebut. Ia tidak mungkin bisa memburu dengan sukses tanpa bantuan orang lain, ataupun tokoh masyarakat di mana ia melakukan pemburuan secara illegal. Ia memiliki wajah yang tegas, bijaksana, dan mempesona. Namun hingga saat ini, ia belum memiliki pasangan hidup.
Pada Bulan Februari 1934, ia diperintah untuk mencari atau menemukan relief-relief yang terletak di Wales timur laut, Inggris. Awalnya ia merasa ragu, dikarenakan tempat tersebut dikabarkan telah hilang dan sampai saat ini masih belum ditemukan. Namun ia tetap optimis.
Setelah berminggu-minggu ia menetap dan mencari daerah yang ingin ia tuju, akhirnya ia menemukan daerah tersebut, namun belum dapat menemukan di mana relief-relief itu berada. Ia meminta bantuan dari salah satu warga suku daerah tersebut, orang itu adalah Mr.Wagner. William dapat dengan mudah meyakinkan Mr.Wagner. Karena ia tahu di mana kelemahan warga daerah tersebut. Kelemahan mereka adalah jika orang lain memberinya banyak uang, maka warga akan melakukan apapun yang orang tersebut inginkan. Selain itu, ternyata suku daerah tersebut sering melakukan kegiatan yang bersifat illegal.
“Baik saya akan membantu anda, asalkan ada uang untuk menutup mulut saya.”, kata Mr.Wagner.
“Fine. Itu masalah yang mudah bagi saya. Saya akan menyiapkan uang sebesar          Rp 100.000.000,- untuk anda, bagaimana?”, tawar William
“Ok, itu sangat cukup untuk saya.”, yakin Mr.Wagner.
Sebelum William menelusuri daerah yang ia tuju, suku tersebut memberi tahu bahwa di daerah itu dijaga oleh  sepasang gorila . Ia tidak terkejut. Dikarenakan setiap daerah yang ia kunjungi untuk memburu, selalu saja ada hewan-hewan buas yang menjaga daerah itu.
“Apa anda tahu, bahwa ada keluarga Gorila yang menjaga daerah itu?”, tanya salah satu warga.
“Saya belum tahu mengenai hal itu. Namun itu tidak akan menghalangiku dalam memburu. Asalkan kalian semua mau membantuku.”,  kata William optimis.
Untuk mempersingkat waktu, ia menyusun rencana atau siasat agar gorila-gorila tersebut tidak menghalangi tujuannya yaitu mengambil relief-relief untuk dilelangkan. Ia meminta bantuan suku asli daerah tersebut, karena ia merasa bahwa ia tidak dapat bekerja sendirian. Di sisi lain, warga juga telah merasa terganggu dengan kegiatan gorila yang terkadang datang ke permukiman warga. Diam-diam Suku Deceangli telah memiliki rencana sendiri yang tidak diketahui oleh William.
“Enak saja, setelah orang itu mendapat yang diinginkannya pasti orang itu akan pergi begitu saja.”, kata salah satu warga.
“Hem…itu benar juga. Bagaimana jika kita menjebak si pemburu itu?”, sahut yang lain.
“Itu ide yang bagus.”
Mereka pun tertawa bersama.
Di hutan yang pernah diserang oleh Publius Ostorius Scapula, sepasang gorila hidup damai dengan kedua anaknya. Mereka hidup di suatu tempat di mana terdapat relief-relief dan patung-patung berharga. Selain itu di sekitar tempat tersebut terdapat sungai yang berisi  benda-benda berharga yang tak terawat dan berkarat. Keluarga Gorila tersebutlah yang telah menjaga benda-benda bersejarah itu. Keberadaan daerah tersebut sebelumnya telah diketahui oleh banyak pemburu dari berbagai negara. Namun tidak satupun dari mereka yang dapat mengambil alih daerah itu, dikarenakan keluarga gorila sangatlah ganas dan buas.
Dua hari setelah William dan suku Deceangli mempersiapkan peralatan yang diperlukan untuk membunuh keluarga gorila tersebut, akhirnya mereka pun mulai beraksi dengan sejumlah jebakan yang telah dipersiapkan untuk menjebak gorila. Satu-persatu suku Deceangli dan diikuti oleh William memasuki kawasan hutan dengan membawa senapan. Merekapun berpencar. William dan Mr.Wagner memilih untuk segera menuju lokasi sasaran. Sementara yang lainnya ada yang berjaga-jaga di sekitar lokasi dan di bagian hutan lainnnya. Merekapun berjalan mengendap-endap tanpa meninggalkan suara hentakan kaki mereka.
“Kalian ke arah sana! Aku dan Mr.Wagner akan langsung menuju lokasi”, perintah William.
”Baik. Apabila memerlukan bantuan, lecutkanlah senapan itu ke udara, kemudian kami akan menolongmu.”, kata warga.
Ternyata keluarga gorila pun mengetahui bahwa ada sekelompok orang yang akan mendekati mereka, disaat mereka sedang asyik bermain di sungai bersama-sama. Karena mereka mengetahui hal tersebut, akhirnya keluarga gorila segera menuju ke tempat di mana relief-relief itu berada. Mereka tidak mengetahui bahwa ibu gorila tidak sedang bersama mereka. Ternyata ibu gorila melarikan diri untuk mengamankan diri, dan lupa akan keselamatan keluarganya. Ayah gorila dan kedua anaknya berkumpul di dalam ruangan itu. Di saat para pemburu memasuki ruangan tersebut, ayah gorila pun panik. Akhirnya ayah gorila melarikan diri dengan membawa salah satu anaknya melalui ventilasi yang ada tepat di hadapannya yang berukuran cukup besar dan tinggi. Ayah gorila lupa akan anaknya yang satunya. Anak gorila itu pun terlihat sedih, karena tidak ada yang menemaninya. Di sisi lain ia ketakutan apabila para pemburu tersebut akan membunuhnya. Ia pun mencoba untuk memanjat dinding tersebut untuk dapat keluar melalui ventilasi yang cukup tinggi itu. Namun tetap saja tidak bisa. Disaat ia terus berusaha memanjat dinding, para pemburu pun mengetahui keberadaanya. Para pemburu perlahan mendekati anak gorila yang masih kecil tersebut. Anak gorila pun mengeluarkan teriakannya agar para keluarganya dapat menolongnya.
“Gho…gho…”, teriaknya.
Di saat para pemburu semakin dekat, tiba-tiba ibu gorila pun datang untuk menolong anaknya. Namun tetap tidak bisa, dikarenakan di saat ibu gorila mencoba untuk melindungi anaknya, para pemburu pun menembakkan senapannya ke arah ibu gorila. Ibu gorila pun tidak dapat menghindar, dan akhirnya mati. William pun mengetahui apabila anak gorila itu bersembunyi di bawah perut ibunya, karena di situ terdapat sebuah bolongan yang cukup untuk tempat persembunyian anak gorila karena ketakutan. Tanpa disengaja ternyata William telah meneteskan air mata setelah ia melihat betapa kuatnya kasih sayang yang telah diberikan ibu gorila pada anaknya. Dan ia pun iba melihat anak gorila itu yang masih bersembunyi di bawah perut ibunya. William pun mengutus para pemburu lainnya untuk membawa jasad ibu gorila ke mobil pick up.
“Letakkan gorila ini ke mobil! Kulit gorila ini pasti tinggi harga jualnya.”, perintah William sambil membawa dan mengelus-elus anak gorila yang telah ia temukan di bolongan.
“Anak gorila ini sangatlah lucu dan kasihan nasibnya.”,  batin William.
Akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke rumah Mr.Wagner di mana tempat ia menginap sementara. Dan ia juga memutuskan untuk membawa pulang anak gorila tersebut,  dan memberinya nama Bara.
Di saat ia sampai di kediaman Mr.Wagner dan mengucapkan terima kasih atas bantuannya serta memberinya uang sesuai dengan perjanjian, tiba-tiba aparat kepolisian datang untuk menangkapnya. Ia bingung sekaligus terkejut. Polisi itu segera memborgol tangan William dan membawanya ke penjara.
“Terima kasih atas kerja samanya.”, kata seorang polisi.
“Itu adalah hal yang mudah.”, balas Mr.Wagner.
“Kau jahat, ini tidak ada dalam perjanjian kita, kau telah menjebakku! dan aku  menyesal telah memberimu imbalan.”, teriak William
“Inilah kami, kau tidak berhati-hati atas orang yang baru kau kenal, kau mudah percaya pada kami, itulah akibatnya, hahaha…”, ejek Mr.Wagner sambil tertawa terbahak-bahak.
William pun pasrah dalam perjalanannya menuju penjara yang berada di kota tidak jauh dari kampung Suku Deceangli. Di dalam penjara ia diperlakukan sama seperti nara pidana lainnya. Sambil menanti pertolongan dari seseorang, ia tiba-tiba terpikir bagaimana keadaan Bara saat ini. Karena ia meninggalkan Bara di tempat kediaman Wagner si pengkhianat.
            Di rumah Mr.Wagner, kaki dan tangan Bara diikat menggunakan rantai besi. Bara hanya dapat berteriak meminta pertolongan saudara dan ayahnya. Hingga malam hari, tidak ada satupun yang mampu menolong Bara. Namun tiba-tiba terdengar suara teriakan ayah dan saudaranya. Ia senang merasa akan dapat bantuan dan dengan sikap loncat-loncat mencoba mencari perhatian ayah dan saudaranya agar diketetahui keberadaannya. Sikap Bara menimbulkan kegaduhan sehingga Wagner mengetahui bantuan yang akan didapat bara tersebut dan dia memukul punggung Bara.
            Di saat Mr.Wagner melihat keberadaan ayah dan saudara dari Bara, akhirnya ia memukulkan kentongan dengan keras. Itu adalah salah satu tanda yang digunakan apabila permukiman warga sedang diserang oleh sekelompok hewan buas. Para warga pun keluar rumah dan membawa senapan untuk membunuh gorila itu.
            “Tembak mereka! Bunuh mereka!”, teriak Mr.Wagner.
            Namun kedua gorila itu tidak terkena tembakan senapan yang dilecutkan ke arah mereka, akhirnya ayah dan saudara Bara pun kembali ke hutan karena ketakutan.
            Keesokan harinya, para warga telah sibuk untuk membuat jebakan untuk menjebak ayah dan saudara Bara. Mereka membuat jebakan itu di setiap sisi pinggir hutan dan juga membuat suatu lubang besar yang ditutupi dengan dedaunan agar tidak terlihat. Saat mereka sedang sibuk membuat itu semua, tiba-tiba William datang diikuti oleh seorang pejabat yang kaya raya bernama Mr.Harrison yang berhasil membebaskan William dari penjara. Mr.Wagner pun kabur agar William tidak melihatnya.
            Di saat ayah gorilla dan saudara Bara ingin mencoba menyelamatkan Bara, saudara Bara tak sengaja telah menyentuh tali yang digunakan untuk mengikat beberapa kaleng. Kaleng itu pun berbunyi sekencang-kencangnya. Warga pun segera menuju ke tempat jebakan. Di saat warga mencoba mendekat, ayah gorila terperosok ke lubang jebakan yang telah dibuat warga. Karena anak gorila tidak dapat melakukan apapun untuk menolong ayahnya, saudara Bara itu pun memutuskan untuk menjatuhkan diri ke dalam lubang.
            “Mereka telah terjebak.”, teriak salah satu warga untuk memberi tahu warga lainnya.
            “Tutup lubang itu! Nanti sore kita akan membawa mereka ke Tempat Pelatihan Satwa Secreet di kota.”, perintah William.
            “Lalu bagaimana dengan relief-relief yang di sana?”, tanya Mr.Harrison.
            “Itu masalah yang mudah. Nanti aku akan perintahkan anak buahku untuk mengambil semua relief-relief itu dan akan dilelangkan.”, kata William dengan gembira.
            Akhirnya mereka pun menutup lobang itu, namun tiba-tiba.
            “Hem…Mr.William saya ingin bertanya pada anda. Apakah anda mengijinkan bila saya mengadopsi anak gorila itu untuk menemani anak saya yang kesepian?”, tanya Mr.Harrison.
            “Jika anda tidak keberatan silahkan, pasti anak anda akan senang.”, jawabnya.
            William pun memerintahkan agar warga membebaskan anak gorilla dan memberikannya pada Mr.Harrison.
            “Baik terima kasih. Saya akan merawatnya sebaik mungkin.”, yakin Mr.Harrison.
            Mereka pun kembali ke rumah masing-masing untuk memberi tahukan kabar gembira ini. Saat melewati rumah Mr.Wagner, William melihat Bara yang duduk dan terlihat sangat sedih serta kesepian.William  pun terlihat sangat merindukan Bara dan ingin memiliki Bara. Akhirnya ia memutuskan untuk mengambil Bara dari tangan Mr.Wagner.
            “Hey Wagner , aku akan mengambil Bara darimu, karena aku rasa kau sangat tidak pantas dalam merawatnya.”, remeh William.
            “Ambil saja, lagipula aku tidak menginginkan untuk merawatnya, karena dia sangat liar dan nakal.”, jawab Mr.Wagner
            “Baiklah aku akan mengambilnya sekarang.”, yakin William.
            William pun senang, namun tiba-tiba ia berpikir akan ada masalah yang akan dihadapinya apabila merawat Bara. Dengan sangat berat hati, akhirnya ia memutuskan untuk menitipkan Bara pada suatu tempat pelatihan sirkus untuk hewan buas. Ia memutuskan untuk pergi ke tempat itu keesokan harinya.
            Keesokan harinya ia pergi ke tempat itu dengan perasaan sedih dan berat untuk berpisah dengan Bara.
            “Aku titip gorila ini, tolong latih dia dengan baik, jangan siksa dia, mengerti?”, kata William dengan tegas.
            “Itu masalah yang mudah, anda tepat untuk memilih tempat ini, saya jamin itu.”, yakin salah satu pawang pada William.
            “Baik aku percayakan ini padamu.”, balas William.
            Di tempat itu Bara dilatih beberapa trik dalam pagelaran sirkus. Ia sangat tertekan, karena para pawang melatihnya dengan sangat kejam dan tidak memperhatikan rasa takut yang dimiliki Bara. Salah satu latihannya adalah Bara harus melewati beberapa lingkaran berukuran besar yang sesuai dengan ukuran tubuhnya penuh dengan benda tajam bahkan lebih tajam dari pisau daging.
            Di lain tempat, yaitu di kediaman Mr.Harrison yang luas dan megah, anaknya yang bernama Diego sedang asyik bermain dengan anak gorila yang ia beri nama  Simon. Mereka sangat akrab dan menyayangi satu sama lainnya. Setelah beberapa hari Simon tinggal bersama Mr.Harrison, ia membuat ulah dengan memecahkan guci yang sangat mahal dan merupakan guci kesayangan Mrs.Harrison. Mereka pun marah dan tidak kuat lagi dalam merawat Simon karena ulahnya yang merugikan keluarga Harrison. Akhirnya Mr.Harrison pun memutuskan untuk membawa Simon ke tempat Tempat Pelatihan Satwa untuk menyusul ayahnya.
            “Pengawal! Pengawal!”, teriak Mr.Harrison.
            “Ya tuan.”, jawab pengawal.
            “Tolong bawa anak gorila ini ke Tempat Pelatihan Satwa Secreet di kota. Jangan sampai aku melihat anak gorila pembawa sial ini ada di rumahku lagi.”, marah Mr.Harrison.
            “Jangan ayah! Aku tidak mau berpisah dari Simon. Aku sayang dia.”, pinta Diego dengan air mata yang turun membasahi pipinya.
            “Apa kau bilang? Kau sayang pada gorila ini. Ibu tidak akan mengijinkanmu untuk bertemu lagi dengan gorila pembawa sial ini.”, marah Mrs.Harrison.
            Mobil untuk membawa Simon pun datang. Mereka mengangkut Simon ke mobil itu.
            “Simon! Aku sayang padamu.”, tangis Diego.
            Mobil itu pun pergi dan tidak menghiraukan tangisan Diego, dan perlahan meninggalkan jauh kediaman Mr.Harrison. Saat sampai di Secreet, Simon pun sangat sedih. Para petugas yang ada di tempat itu memperlakukan Simon dengan sangat kejam, karena tempat itu merupakan tempat untuk hewan atau binatang agar menjadi binatang yang berani dengan segala rintangan apapun dan tidak lemah. Ia sangat tertekan berada di tempat itu. Dan rasa rindunya pada keluarganya pun selalu ia rasakan.
            Setelah 2 tahun lamanya, Bara yang berada di tempat sirkus semakin ahli dalam melewati semua rintangan yang diberikan pawangnya padanya. Ia sekarang telah menjadi gorila yang dewasa, namun karena rasa tertekan yang ia rasakan selama ini, ia menjadi gorila yang penakut. Berbeda dengan saudaranya Simon, Simon telah menjadi gorila yang buas dan pemberani.
            Suatu hari disaat Bara sedang berlatih, tiba-tiba dadanya terasa sakit. Dan itu sangat perih sekali. Akhirnya ia pun menjadi tidak bersemangat dalam berlatih. Saat pelatih Bara sedang sibuk untuk melatihnya, ia pun marah dan memarahi Bara.
            “Ada apa denganmu? Bagaimana bisa kau menjadi binatang sirkus yang handal jika kebiasaanmu yang seperti ini.”, marah pelatih sambil memukul punggul Bara dengan tali.
            Bara pun hanya diam tidak melakukan tindakan apapun. Namun disaat semakin lama pelatih memukul Bara, ia semakin lemas. Dan tiba-tiba Bara pun jatuh tergeletak tak berdaya. Pelatih pun panik dan mencari bantuan untuk membawa Bara ke klinik hewan terdekat. Setelah dokter hewan memeriksa Bara, wajahnya terlihat sangat sedih. Ternyata nyawa Bara tidak dapat terselamatkan.
            “Maaf, saya tidak dapat berbuat apa-apa. Gorila ini menderita tekanan psikologis, itu membuatnya menjadi hewan yang lemah dan mudah kelelahan.”, kata dokter.
            “Apa memang tidak ada hal yang bisa dilakukan untuk menyelamatkannya?”, tanya salah satu pelatih yang mengantar Bara ke klinik dokter hewan.
            “Sekali lagi maaf, memang tidak ada lagi yang bisa saya perbuat.”, balas dokter.
            “Kalau begitu terimakasih. Gorila itu akan saya ambil kembali.”, kata pelatih.
            Diperjalanan pulang, pelatih itu mempunyai ide. Yaitu dengan meninggalkan jasad Bara di pinggir jalan sendirian. Akhirnya ia pun memilih tempat yang jauh dari jalan raya serta keramaian dan meletakkan Bara di tempat itu sendirian.
            “Dasar kau gorila tak bermanfaat.”, keluh sang pelatih.
            Karena telah dua tahun lamanya Simon berada di Tempat Pelatihan Satwa Secreet, ia dilepaskan kembali pada habitat asalnya. Di hutan tempat keluarganya dulu berkumpul, ia hidup sendirian. Setiap hari ia selalu mencoba untuk mencari salah satu keluarganya yang mungkin bisa ditemuinya, namun ia tak kunjung menemukan itu semua.           
Suatu hari pemerintah kota daerah tersebut mengumumkan bahwa akan melakukan pembakaran hutan dekat permukiman Suku Deceangli untuk dimanfaatkan sebagai tempat pariwisata. Hal itu membuat Diego terkejut saat melihat liputan berita itu. Ia pun segera mendatangi hutan tempat Simon berada, karena saat itu juga pembakaran hutan akan segera dimulai. Padahal yang ia tahu bahwa Simon sedang berada di Tempat Pelatihan Satwa Secreet.
            “Aku memiliki perasaan yang tidak enak, aku sangat mengkhawatirkan Simon.”, kata Diego.
            Saat berada di hutan tersebut. Ia melihat bahwa ada seorang laki-laki yang berusaha untuk mencegah agar hutan tidak dibakar. Dan itu adalah William.
            “Apa anda tahu bahwa melakukan pembakaran hutan merupakan salah satu kegiatan yang akan membuat warga kota ini rugi.”, kata William.
            “Apa maksud anda?”, tanya salah satu kontraktor.
            “Pekerjaan warga kota ini sebagian besar adalah pemburu dan kota ini merupakan pengekspor kayu terbesar di dunia, itu akan membuat warga kota ini menjadi pengangguran apabila hutan ini dibakar.”, kata William dengan tegas dan penuh wibawa.
            “Anda benar juga, kalau begitu pembakaran hutan ditiadakan, bagaimana yang lainnya? Setuju?” jawab kontraktor.
            “Itu benar juga. Setuju!”, jawab pejabat lainnya.
            Diego pun segera masuk ke hutan dengan ditemani William untuk mencari Simon dan Bara. Diego sangat senang saat bertemu dengan Simon.
            “Simon, aku tahu kau akan menjadi Simon yang dewasa seperti sekarang ini.”, kata Diego sambil memeluk Simon.
            “Lalu, di mana sekarang Bara berada? Dari tadi aku telah mencarinya, namun tidak ada.”, tanya William.
            Namun William dapat mengetahui posisi Bara berada saat ini dari raut wajah Simon. Simon terlihat sangat sedih dan kecewa.
            “Bara…”, suara William terdengar sangat sedih.
            Akhirnya setelah Diego dan Simon melepas rindu, Diego memutuskan untuk pergi dan tetap meninggalkan Simon di hutan sendirian.
            “Jangan sampai kau lupakan aku. Aku akan selalu menyayangimu.”, pesan Diego.
            “Apabila kau bertemu dengan saudaramu jagalah dia. Dan aku akan titip Bara padamu.” Kata William.
            Mereka pun meninggalkan Simon. Dan Simon pasrah akan keadaan dan selamanya ia tidak akan pernah tahu bahwa Bara saudaranya telah mati.

Kini, hanya 680 gorila yang tersisa di dunia. Gorila menjadi hewan primata paling langka saat ini. World Wildlife Fund (WWF) mencatat, setengah dari populasi hewan tersebut tinggal di kawasan Pegunungan Virunga, yang berbatasan dengan Rwanda, Uganda, dan Republik Kongo. Sisanya hidup di Taman Nasional Bwindi di Uganda.
Kepunahan itu dipercepat dengan terputusnya habitat, sehingga mengakibatkan keanekaragaman habitat yang menurun. Selain itu, berbagai kegiatan perburuan liar mendapatkan bayi primata untuk dijadikan souvenir, kepemilikan ilegal, serta perdagangan primata mempercepat proses kepunahan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Andai Aku Tlah Dewasa - Sherina Munaf

Andai aku tlah dewasa
Apa yang kan kukatakan
Untukmu idolaku
Tersayang ayah
Andai usiaku berubah
Kubalas cintamu bunda
Pelitaku
Penerang jiwaku dalam setiap waktu
*Oh…. Kutahu kau berharap dalam doamu
Kutahu kau berjaga dalam langkahmu
Kutahu slalu cinta dalam senyummu
O… Tuhan kau kupinta
Bahagiakan mereka sepertiku
Andai aku tlah dewasa
Ingin aku persembahkan
Semurni cintamu
Setulus kasih sayangmu
Kau slalu ku cinta

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Positif Thinking


Positif thinking yang dalam bahasa pribuminya sama dengan berpikir positif adalah sebuah sikap atau perilaku, serta cara pandang seseorang yang selalu positif dalam mensikapi kehidupan ini. Perilaku Orang seperti ini akan membawa sifat yang baik meski dalam kenyataannya dia belum mencapai apa yang menjadi tujuannya. Dengan berpikir dan bersikap positif dalam segala hal maka jalan yang akan di lalui menjadi lebih ringan dari beban yang sebenarnya.
Positif thinking hanyalah merupakan modal dasar seseorang dalam kehidupan, karena dengan semakin kompleknya masalah yang kita hadapi apabila hanya berpikir positif saja tidaklah cukup. Selanjutnya setelah berpikir positif kita harus positif change atau berubah menjadi semakin baik. Dalam bahasa Agama dijelaskan ” Ketika hari ini menjadi lebih baik dari kemarin maka termasuk yang beruntung, Ketika hari ini sama dengan kemarin maka termasuk kategori merugi dan apabila hari ini lebih jelek dari kemarin maka termasuk yang Bangkrut”.
Semua orang pada dasarnya selalu menginginkan hari ini menjadi lebih baik dari kemarin. Akan tetapi dalam kenyataannya mereka tidak meyadari dengan apa yang dilakukan dan dijalaninya ternyata tidak berbeda dengan yang kemarin maka tujuan perubahannya tidak akan pernah tercapai. Contoh kecil seseorang pengin hidupannya menjadi lebih baik dari segi ekonomi tapi usaha yang dilakukan itu-itu saja tidak ada inovasi atau cara baru yang diperbuatnya untuk mencapai tujuan, maka hasilnya pastilah tidak akan berbeda dari sebelumnya.
Perubahan yang sedang terjadi di sekeliling kita tidaklah cukup hanya kita sikapi dengan pikiran yang positif, tapi perlu kita lakukan sebuah perubahan yang lebih baik, sekecil apapun perubahan yang kita lakukan yakinlah bahwa itu akan menjadi lebih baik.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Rio Haryanto








Rio Haryanto akhirnya merasakan melaju di trek dengan mobil Formula 1. Pembalap muda Indonesia ini telah menyelesaikan 21 lap dengan jet darat tim F1 Virgin Racing di Abu Dhabi.
Rio menjadi pembalap pertama Indonesia yang menjajal mobil F1. Di balik kemudi VR-01, pembalap berusia 17 tahun itu melahap 21 lap di sikuit Yas Marina saat sesi tes Selasa (17/11/2010) pagi waktu setempat.
Ia mencatat waktu lap 1 menit 49,439 detik dan membuat Rio ada di posisi ke-13 dalam sesi tersebut. Sedangkan waktu lap tercepat diraih pembalap muda Red Bull Daniel Ricciardo dengan waktu 1,40.813 detik.
          Namun sejak awal Rio telah menegaskan bahwa bukanlah catatan waktu yang dikejarnya. Rio memang hanya ingin menikmati merasakan melaju dengan mobil Formula 1 dan merasakan akselarasinya.
          Kesempatan mencoba mobil F1 ini didapat Rio sebagai hadiah atas prestasinya yang baik bersama tim Manor di GP3. Namun dari semua pembalap yang mengikuti tes, Rio adalah pembalap yang termuda dengan usia
17 tahun.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Psikologi Remaja


Secara tradisional masa remaja dianggap sebagai periode “badai dan topan”, suatu masa dimana ketegangan emosi meninggi sebagai akibat dari perubahan fisik dan kelenjar. Ciri perkembangan psikologis remaja adalah adanya emosi yang meledak-ledak, sulit dikendalikan, cepat depresi (sedih, putus asa) dan kemudian melawan dan memberontak. Emosi tidak terkendali ini disebabkan oleh konflik peran yang senang dialami remaja. Oleh karena itu, perkembangan psikologis ini ditekankan pada keadaan emosi remaja.
Keadaan emosi pada masa remaja masih labil karena erat dengan keadaan hormon. Suatu saat remaja dapat sedih sekali, dilain waktu dapat marah sekali. Emosi remaja lebih kuat dan lebih menguasai diri sendiri daripada pikiran yang realistis. Kestabilan emosi remaja dikarenakan tuntutan orang tua dan masyarakat yang akhirnya mendorong remaja untuk menyesuaikan diri dengan situasi dirinnya yang baru. Hal tersebut hampir sama dengan yang dikemukakan oleh Hurlock (1990), yang mengatakan bahwa kecerdasan emosi akan mempengaruhi cara penyesuaian pribadi dan sosial remaja. Bertambahnya ketegangan emosional yang disebabkan remaja harus membuat penyesuaian terhadap harapan masyarakat yang berlainan dengan dirinya.
Menurut Mappiare (dalam Hurlock, 1990) remaja mulai bersikap kritis dan tidak mau begitu saja menerima pendapat dan perintah orang lain, remaja menanyakan alasan mengapa sesuatu perintah dianjurkan atau dilarag, remaja tidak mudah diyakinkan tanpa jalan pemikiran yang logis. Dengan perkembangan psikologis pada remaja, terjadi kekuatan mental, peningkatan kemampuan daya fikir, kemampuan mengingat dan memahami, serta terjadi peningkatan keberanian dalam mengemukakan pendapat.
1.     sejumlah kesulitan yang dialami kaum remaja merupakan bagian yang normal dari perkembangan ini. Beberapa kesulitan atau bahaya yang mungkin dialami kaum remaja, antara lain :
  • Variasi kondisi kejiwaan, suatu saat mungkin ia terlihat pendiam, cemberut, dan mengasingkan diri tetapi pada saat yang lain ia terlihat sebaliknya periang dan berseri-seri dan yakin.
  • Rasa ingin tahu seksual dan coba-coba, hal ini normal dan sehat.
  • Membolos
  • Perilaku anti social, seperti suka menganggu, berbohong, kejam, dan agresif
  • Penyalahgunaan obat bius
  • Psikosis
2.     Tuntutan psikologis masa remaja
  • Remaja dapat menerima keadaan fisiknya dan dapat memanfaatkanya secara efektif
  • Remaja dapat memperoleh kebebasan emosional dari orang lain
  • Remaja mampu bergaul lebih matang dengann kedua jenis kelamin
  • Mengetahu dan menerima kemampuan diri sendiri
  • Memperkuat penguasaan diri atas dasar skala nilai dan norma
3.     Periodisasi perkembangan masa remaja
Pada umumnya masa remaja dapat dibagi dalam dua periode yaitu :
1.     Periode masa puber usia 12-18 tahun

a) Masa pra pubertas = peralihan dari masa kanak-kanak kemasa awal pubertas.
Cirinya :
  • Anak mulai bersikap kritis
  • Anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi
2.     Masa pubertas usia 14-16 tahun = masa remaja awal
Cirinya :
  • Mulai cemas dan bingung tentang perubahan fisiknya
  • Memperhatikan penampilan
  • Sikapnya tidak menentu/plin plan
  • Suka berkelompok dengan teman sebaya dan senasib
  • Mulai adanya mimpi basah

3. Masa akhir pubertas usia 17-18 tahun + peralihan dari masa pubertas kemasa adolesen.
Cirinya :
  • Pertumbuhan fisik sudah mulai matang tetapi kedewasaan psikologisnya belum tercapai sepenuhnya
  • Proses kedewasaan jasmaniah pada remaja putri lebih awal dari remaja pria
4. Periode remaja adolesen usia 19-21 tahun (Merupakan masa akhir remaja)
Beberapa sifat penting pada masa ini adalah :
  • Perhatiannya tertutup pada hal-hal realistis
  • Mulai menyadari akan realita
  • Sikapnya mulai jelas tentang hidup
  • Mulai nampak bakat dan minatnya

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Anak 8A





Wolu A adalah sebuah group di mana isinya beranggotakan anak-anak kelas 8a 2010/2011 SMPN 01 Batu. Mereka semua seru-seru, rame, dan bisa bikin tertawa setiap hari, sehingga membuat kita bisa semangat untuk ke sekolah. Gimana nggak rame nih kelas, mulai dari ketua kelas sampai anggotanya aja sukanya dangdutan loh dan membuat seisi kelas gempar. Tenang aja mereka nggak galak kok, mereka jinak emang dari sononya.

.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments